Hidup itu Seperti Hujan

Saya bisa bikin bualan sebuku penuh untuk mengelaborasi judul artikel ini: bahwa hidup itu seperti hujan. Jika anda mencari bualan manis romantis seperti itu, orang bilang, carilah di Tumblr. Sayangnya, tumblr udah diblokir di Indonesia (walau masih bisa diakses pake vpn), dan saya juga udah berhenti nulis di tumblr.

Yang ingin saya bahas adalah bahwa ternyata Allah SWT juga pernah memposting firman-Nya ke dalam Al-Qur’an, yang isinya kira-kira memang begitu juga, bahwa “Hidup itu seperti hujan.” Tepatnya di Surat Al-Kahfi ayat 45, sebagai berikut:

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ
 نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia bagai air hujan
 yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, 
kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. 
Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Continue Reading

Share

Yusuf: Kisah Terbaik versi Al-Qur’an; dan Happy Ending

Jika sebelum ini anda bertanya kepada saya apa kisah terbaik dalam Al-Qur’an, mungkin saya akan bingung dan menjawab secara diplomatis: semua kisah dalam Al-Qur’an adalah kisah-kisah terbaik. Saya akan kesulitan memilih cerita mana yang lebih bagus, apakah Nabi Musa vs Fir’aun, ataukah Nabi Ibrahim dan Isma’il, ataukah kisah Maryam dan Nabi Isa, ataukah kisah Nabi Musa dan Khidr, ataukah kisah Ashabul Kahfi; banyak sekali kisah-kisah yang menarik dalam Al-Qur’an. Tapi saya baru tahu, ada satu kisah yang dideskripsikan Al-Qur’an sebagai ahsanal qasas: kisah terbaik. Dan tidak saya duga, kisah itu adalah kisah Yusuf dalam surat yang didedikasikan dengan nama beliau sendiri: Yusuf.Continue Reading

Share

Distant World: Final Fantasy of the odd Past, Present, and Future

Sedikit cerita, dulu di pertengahan tahun ’80-an, perusahaan video game ternama asal jepang, Square, tengah menghadapi kebangkrutan. Salah satu desainer game di sana, pak Hironobu Sakaguchi, berniat mau kembali dunia akademik saja kalau perusahaannya ini bangkrut. Tapi sebelum bangkrut, pak Sakaguchi ingin bikin sebuah game yang berarti secara personal buat dia; tanpa embel-embel ingin laku dipasaran. Game ini adalah usaha terakhir dia di Square; setelah game ini saya balik ke kampus, begitulah dulu niat beliau. Makanya game ini dia beri nama Final Fantasy.

Sejak saat itu, sudah dibikin lebih dari 15 game Final Fantasy di berbagai konsol (yang jadul sampai yang modern), juga sudah dibikin sedikitnya 6 film Final Fantasy. Sepertinya belum ada franchise game RPG yang bisa lebih sukses dari franchise Final Fantasy.

Saya juga main Final Fantasy, dulu, di masa-masa paling aneh dalam hidup saya.Continue Reading

Share

Tawakkal: Keseimbangan antara Ikhtiar dan Berserah Diri

Allah tidak akan membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kemampuannya. Sudah sering sekali kita mendengar potongan kalam Allah SWT dari ayat terakhir Surat Al-Baqarah ini, tapi sepertinya kita memang harus lebih sering lagi diingatkan kembali ke ayat ini. Terlebih karena ayat ini juga bisa jadi, dan sepertinya sering, dibikin excuse bagi seseorang untuk berlepas dari tanggung jawab; dan lebih buruk, menjadi alasan untuk ber-tawakkal tanpa ikhtiar.Continue Reading

Share

Api Unggun

Tentang si penjaga api unggun,
yang setiap malam berkisah,
kumpulkan anak-anak ceria,
duduk rapi putari bahang api,
peluk hangat benih mimpi-mimpi.

Rindu berwindu si unggun kayu,
purnama tak lagi bawa telinga,
anak-anak disemai ternaknya,
berai kirana dibias api berhias,
peluk erat sisa denyut-denyut.Continue Reading

Share

Al-Mulk: Perfectly Balanced As All Things Should Be

Setelah nonton Infinity War, saya jadi sedikit paham kenapa orang suka dengan sosok Thanos. Kejahatan yang dia lakukan, tidak seperti banyak penjahat generik di film super hero, punya alasan yang (sekilas terlihat) solid; sampai-sampai orang berdiskusi tentang motif kejahatannya. Dia juga dibuat memiliki perasaan sebagai sebuah karakter yang super kuat dan jahat. Dan salah satu yang paling membuat dia relatable adalah dia yang terobsesi dengan keseimbangan, seperti kita semua juga sedikitnya terobsesi dengan keseimbangan, sampai tahap tertentu.Continue Reading

Share

Al-Insyirah dan Ad-Dhuha: Tentang Harapan dan Syukur

Jika kalian mencari ayat yang berbunyi bahwa Allah akan memberikan kemudahan setelah kesulitan, maka yang kalian cari itu Surat At-Thalaq ayat 7; yang mana memang merupakan ayat yang menarik untuk dibahas, terutama jika sedang bicara tentang konsep rezeki. Sayangnya, di artikel ini saya tidak akan membahas ayat itu. Di sini saya ingin membahas ayat lain tentang kesulitan dan kemudahan, di surat yang lain, yaitu Al-Insyirah dan Ad-Dhuha, yang merupakan dua surat berurutan dan erat berkaitan.

Trivia sedikit. Cobalah dulu baca Surat At-Thalaq ayat 7 (di bagian akhirnya) itu dan bedakan dengan Al-Insyirah ayat 5-6. Mirip kan? Serupa tapi tak sama memang. Perbedaannya kalau di At-Thalaq ditulis bahwa yusrin atau kemudahan itu ba’da usran; setelah kesulitan; sedangkan di Al-Insyirah ditulis bahwa yusrin; kemudahan; itu ma’a al’usri; bersama kesulitan.Continue Reading

Share

Cerita Nabi Musa dan Khidr

Salah satu resolusi saya tahun ini adalah menghafal surat Al-Kahfi. Nah, saat ini saya sudah tiba di ayat-ayat tentang cerita Nabi Musa as yang bertemu dengan seseorang misterius yang digadang memiliki ilmu melebihi Nabi Musa as sendiri, yaitu Nabi Khidr as.

Sebelum saya mulai ke cerita, perlu diketahui bahwa salah satu poin dari Surat Al-Kahfi adalah tentang cara kita menyikapi cerita-cerita ini. Ditekankan dari cerita pertama, yaitu cerita tentang Ashabul Kahfi, yang membuat orang-orang begitu tertarik dan penasaran; tentang berapa jumlah mereka, mengapa mereka membawa seekor anjing, benarkah itu anjing betulan, di mana letak gua mereka, bagaimana mereka bisa tidur selama tiga ratus tahun, dan pertanyaan-pertanyaan semacamnya. Allah SWT menjelaskan bahwa nanti akan ada orang yang berdebat tentang hal-hal tersebut, dan memang terjadi hingga sekarang, perdebatan itu masih ada, padahal jelas sekali pelajaran dari cerita Ashabul Kahfi bukan tentang jumlah mereka, atau warna anjingnya, atau di mana letak gua-nya.Continue Reading

Share