Qurrota A’yun: Ekspresi Kebahagiaan Sejati

Qurrota A’yun bukan istilah yang jarang saya dengar. Beberapa teman saya malah diberi nama Qurrota A’yun oleh orang tuanya. Beberapa sekolah islam juga menggunakan istilah tersebut. Saya juga tahu betul istilah tersebut diambil dari salah satu do’a yang ada dalam Al-Qur’an; dan do’a-nya pun saya sudah hafal sejak dulu. Berikut adalah doanya.

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami, dari isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al-Furqan 25: 74)Continue Reading

Share

Bersih-bersih

Bersih-bersih

Jam 10 malam, Darma pulang ke kontrakannya dan melihat temannya, Aya, masih di depan laptopnya. Darma penasaran mengintip layar laptop Aya dan hanya dengan sekilas saja Darma tahu Aya sedang membuka laman Facebook. Sejak ditinggalnya sesudah Isya tadi, posisi Aya masih sama, bahkan sepertinya masih di laman yang sama.

“Ngapain sih, Ya?” tanya Darma.

“Facebook cleansing,” jawab Aya pendek. Darma tidak tahu persis apa maksudnya, dan tidak terlalu peduli juga.Continue Reading

Share

An-Najm: Pelajaran untuk yang sedang Berusaha

Pagi ini sedikit belajar tentang Surat An-Najm. Awalnya ingin mencari referensi tentang ayat bahwa seorang tidak menanggung dosa orang lain, tapi malah berlanjut baca ayat-ayat berikutnya dan baca ayat-ayat sebelumnya. Tersentuh sampai akhirnya mencari banyak referensi, menonton dua video di Bayyinah TV tentang surat ini, jatuh ke ayat sajdah di akhir surat, lalu menulis sedikit tentang hikmah yang dipetik.

Sebenarnya banyak sekali hikmah dari surat ini yang bisa dipetik dan dituliskan, hanya saja kali ini saya ingin memberi highlight pada satu ayat saja. Yaitu ayat ke-40 bahwa sesungguhnya usaha kita itu kelak akan diperlihatkan pada kita. Tapi tentu untuk memahami konteks, kita mesti baca ayat-ayat sebelumnya, terutama bahwa seseorang tidak menanggung dosa orang lain (ayat 38) dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang diusahakannya (ayat 39).Continue Reading

Share

Manusia Seharusnya Ber investasi pada Manusia

Sejauh pengalaman empiris, saya melihat banyak institusi yang cenderung menomor-duakan, jika tidak menyepelekan, investasi pada manusia atau investasi meningkatkan kualitas SDM. Saya melihatnya dari banyak sekali institusi, dari mulai dunia usaha, sampai pemerintahan. Anggaran untuk menambah kualitas sumber daya manusia hampir selalu jauh lebih rendah di bawah anggaran untuk pengembangan, kualitas dan kuantitas, infrastruktur. Cmiiw.Continue Reading

Share