Vocalizing

Vocalizing

Salah satu tulisan dikala senggang… prosa berjudul vocalizing, yang bisa berarti macem-macem. Tapi yang paling bikin saya inget adalah humming-nya Gita Gutawa dalam lagu dengan judul yang sama, vocalizing, yang jadi soundtrack film Malaysia berjudul “Sepi”. Film yang juga terkenal di negeri Jiran sana. Itu dulu sekali, ketika saya masih bulak-balik Bandung-Garut, bermotor sendiri sambil mendengarkan lagu-lagu random… Dulu sekali ketika neng Gita Gutawa masih terlihat lugu, dengan lagu-lagu seperti Kembang Perawan, Apa Kata Bintang, atau Yang Terbaik Bagimu, feat Ada Band. What a voice you had…

*** 

Vocalizing

Ibu mengandungku selama 9 bulan,
setelah merajut cinta dengan ayah,
lalu aku terlahir dengan peluh dan darah,
nyanyian bayi yang entah apa nanti jadinya,
ingin jadi penyanyi keliling, katanya,
sayang Tuhan melarang,
padahal baru vocalizing…

Tan mengandung bayinya selama 8 bulan,
setelah diperkosa banyak isme pustaka,
lalu dilahirkannya dengan sembunyi-sembunyi,
nyanyian bayi yang punya cita,
ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, katanya…
sayang keburu dibungkam,
padahal baru vocalizing.

Kini aku mengandung bayiku sendiri… entah tuk berapa lama,
semenjak ku dihamili kebutuhan duniawi,
kuharap dia lahir dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,
lalu jadi bayi penyanyi, yang memberiku banyak rezeki,
inginnya sih jadi selebriti, mungkin…
sayang nasib memaksa,
padahal jadi ayah saja baru vocalizing.

lebih baik jadi biksu, katanya
vocalizing tiap hari…

ommm… ommm… ommm…

lalu meninggalkan anak-anakku jatuh ke neraka…

Fajrin Yusuf M
Garut, 15 Juli 2017

***

Semoga kuat, sehat, dan sukses selalu, kang fajrin, hingga harinya tiba… kalian juga ya… yang masih mengandung karya-karya kalian… semoga kuat, sehat, dan sukses, hingga harinya tiba… 🙂

btw, kalau saya bikin buku prosa gini bakal laku ga ya?



SUKA DENGAN TULISAN SAYA?

Kalau suka, kalian bisa berlangganan tulisan saya lho. Klik Disini.
Kalau tidak suka juga tidak apa-apa; boleh lah kritiknya disampaikan di kolom komentar di bawah. 🙂

Published bykangfajrin

Aseli Garut, Social Entrepreneur, Pejalan Kaki, Menulis di Waktu Senggang

No Comments

Post a Comment