Privatisasi Taman Wisata Alam, Siapa Untung?

Privatisasi Taman Wisata Alam, Siapa Untung?
Studi Kasus Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan

Talagabodas pun akan jatuh ke tangan swasta. Lalu pribumi, sekali lagi, tersingkir…

Begitu kata seorang teman saya ketika terdengar kabar bahwa Talagabodas pun akan terkena privatisasi kawasan konservasi. Kecemasan teman saya bertambah ketika melihat selembar surat edaran tentang sosialisasi kegiatan pengusahaan wisata alam TWA Talagabodas pada pertengahan Maret kemarin. Mungkin memang wajar, teman saya, seorang pribumi asal Wanaraja, merasa resah atas kedatangan orang asing yang seolah akan menginvasi. Seresah Iwan Fals dalam lagunya “Ujung Aspal Pondok Gede”, hehehe…

Continue Reading

Refleksi

Refleksi,
Fajrin Yusuf M. 2017

Dulu, Mahatma Gandhi pernah didatangi oleh seorang Ibu beserta anaknya yang masih kecil. Sang Ibu hendak meminta Gandhi untuk menasehati anaknya yang terlalu sering makan permen. Diperlihatkan oleh sang Ibu rusaknya gigi anaknya akibat dari permen-permen tersebut. Gandhi pun sedikit merenung, melihat deretan gigi sang anak yang sudah rusak.

Continue Reading

How many things are we missing as we rush through life?

Hari itu, Jum’at, 12 Januari 2007, pagi pukul 07.51, di Metro Station, Washington D.C., tempat berlalu lalangnya para eksekutif menuju tempat kerjanya, seorang pria muda bermain biola di samping tempat sampah, dengan tas biola terbuka di depannya.

Dengan celana jins, kaos lengan panjang, dan topi baseball-nya dia mulai memainkan biolanya. Well, tidak ada yang aneh, kita di Indonesia menamai mereka pengamen.

45 menit kemudian, enam lagu telah dia selesaikan. Selama waktu itu, 7 orang berhenti dan mendengarkan selama beberapa saat kemudian melanjutkan perjalanannya menuju kantornya, 27 orang memberi uang, beberapa bahkan tidak berhenti untuk mendengarkan, dan total ada 1070 orang sibuk yang melewati sang pria.

Setelah selesai, tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang bertepuk tangan…

Tidak ada yang tahu bahwa si pemain biola adalah Joshua Bell, salah satu violinis paling hebat di dunia saat ini. Dia memainkan enam karya masterpiece paling brilian yang pernah dibuat manusia*, memakai biola Stradivarius seharga 3.5 juta US dollar yang dibuat langsung oleh tangannya Antonio Stradivari di tahun 1713.

Continue Reading