Tawakkal: Keseimbangan antara Ikhtiar dan Berserah Diri

Allah tidak akan membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kemampuannya. Sudah sering sekali kita mendengar potongan kalam Allah SWT dari ayat terakhir Surat Al-Baqarah ini, tapi sepertinya kita memang harus lebih sering lagi diingatkan kembali ke ayat ini. Terlebih karena ayat ini juga bisa jadi, dan sepertinya sering, dibikin excuse bagi seseorang untuk berlepas dari tanggung jawab; dan lebih buruk, menjadi alasan untuk ber-tawakkal tanpa ikhtiar.Continue Reading

Share

Api Unggun

Tentang si penjaga api unggun,
yang setiap malam berkisah,
kumpulkan anak-anak ceria,
duduk rapi putari bahang api,
peluk hangat benih mimpi-mimpi.

Rindu berwindu si unggun kayu,
purnama tak lagi bawa telinga,
anak-anak disemai ternaknya,
berai kirana dibias api berhias,
peluk erat sisa denyut-denyut.Continue Reading

Share

Al-Mulk: Perfectly Balanced As All Things Should Be

Setelah nonton Infinity War, saya jadi sedikit paham kenapa orang suka dengan sosok Thanos. Kejahatan yang dia lakukan, tidak seperti banyak penjahat generik di film super hero, punya alasan yang (sekilas terlihat) solid; sampai-sampai orang berdiskusi tentang motif kejahatannya. Dia juga dibuat memiliki perasaan sebagai sebuah karakter yang super kuat dan jahat. Dan salah satu yang paling membuat dia relatable adalah dia yang terobsesi dengan keseimbangan, seperti kita semua juga sedikitnya terobsesi dengan keseimbangan, sampai tahap tertentu.Continue Reading

Share

Al-Insyirah dan Ad-Dhuha: Tentang Harapan dan Syukur

Jika kalian mencari ayat yang berbunyi bahwa Allah akan memberikan kemudahan setelah kesulitan, maka yang kalian cari itu Surat At-Thalaq ayat 7; yang mana memang merupakan ayat yang menarik untuk dibahas, terutama jika sedang bicara tentang konsep rezeki. Sayangnya, di artikel ini saya tidak akan membahas ayat itu. Di sini saya ingin membahas ayat lain tentang kesulitan dan kemudahan, di surat yang lain, yaitu Al-Insyirah dan Ad-Dhuha, yang merupakan dua surat berurutan dan erat berkaitan.

Trivia sedikit. Cobalah dulu baca Surat At-Thalaq ayat 7 (di bagian akhirnya) itu dan bedakan dengan Al-Insyirah ayat 5-6. Mirip kan? Serupa tapi tak sama memang. Perbedaannya kalau di At-Thalaq ditulis bahwa yusrin atau kemudahan itu ba’da usran; setelah kesulitan; sedangkan di Al-Insyirah ditulis bahwa yusrin; kemudahan; itu ma’a al’usri; bersama kesulitan.Continue Reading

Share

Cerita Nabi Musa dan Khidr

Salah satu resolusi saya tahun ini adalah menghafal surat Al-Kahfi. Nah, saat ini saya sudah tiba di ayat-ayat tentang cerita Nabi Musa as yang bertemu dengan seseorang misterius yang digadang memiliki ilmu melebihi Nabi Musa as sendiri, yaitu Nabi Khidr as.

Sebelum saya mulai ke cerita, perlu diketahui bahwa salah satu poin dari Surat Al-Kahfi adalah tentang cara kita menyikapi cerita-cerita ini. Ditekankan dari cerita pertama, yaitu cerita tentang Ashabul Kahfi, yang membuat orang-orang begitu tertarik dan penasaran; tentang berapa jumlah mereka, mengapa mereka membawa seekor anjing, benarkah itu anjing betulan, di mana letak gua mereka, bagaimana mereka bisa tidur selama tiga ratus tahun, dan pertanyaan-pertanyaan semacamnya. Allah SWT menjelaskan bahwa nanti akan ada orang yang berdebat tentang hal-hal tersebut, dan memang terjadi hingga sekarang, perdebatan itu masih ada, padahal jelas sekali pelajaran dari cerita Ashabul Kahfi bukan tentang jumlah mereka, atau warna anjingnya, atau di mana letak gua-nya.Continue Reading

Share

Qurrota A’yun: Ekspresi Kebahagiaan Sejati

Qurrota A’yun bukan istilah yang jarang saya dengar. Beberapa teman saya malah diberi nama Qurrota A’yun oleh orang tuanya. Beberapa sekolah islam juga menggunakan istilah tersebut. Saya juga tahu betul istilah tersebut diambil dari salah satu do’a yang ada dalam Al-Qur’an; dan do’a-nya pun saya sudah hafal sejak dulu. Berikut adalah doanya.

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami, dari isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al-Furqan 25: 74)Continue Reading

Share

Bersih-bersih

Bersih-bersih

Jam 10 malam, Darma pulang ke kontrakannya dan melihat temannya, Aya, masih di depan laptopnya. Darma penasaran mengintip layar laptop Aya dan hanya dengan sekilas saja Darma tahu Aya sedang membuka laman Facebook. Sejak ditinggalnya sesudah Isya tadi, posisi Aya masih sama, bahkan sepertinya masih di laman yang sama.

“Ngapain sih, Ya?” tanya Darma.

“Facebook cleansing,” jawab Aya pendek. Darma tidak tahu persis apa maksudnya, dan tidak terlalu peduli juga.Continue Reading

Share

An-Najm: Pelajaran untuk yang sedang Berusaha

Pagi ini sedikit belajar tentang Surat An-Najm. Awalnya ingin mencari referensi tentang ayat bahwa seorang tidak menanggung dosa orang lain, tapi malah berlanjut baca ayat-ayat berikutnya dan baca ayat-ayat sebelumnya. Tersentuh sampai akhirnya mencari banyak referensi, menonton dua video di Bayyinah TV tentang surat ini, jatuh ke ayat sajdah di akhir surat, lalu menulis sedikit tentang hikmah yang dipetik.

Sebenarnya banyak sekali hikmah dari surat ini yang bisa dipetik dan dituliskan, hanya saja kali ini saya ingin memberi highlight pada satu ayat saja. Yaitu ayat ke-40 bahwa sesungguhnya usaha kita itu kelak akan diperlihatkan pada kita. Tapi tentu untuk memahami konteks, kita mesti baca ayat-ayat sebelumnya, terutama bahwa seseorang tidak menanggung dosa orang lain (ayat 38) dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang diusahakannya (ayat 39).Continue Reading

Share

Manusia Seharusnya Ber investasi pada Manusia

Sejauh pengalaman empiris, saya melihat banyak institusi yang cenderung menomor-duakan, jika tidak menyepelekan, investasi pada manusia atau investasi meningkatkan kualitas SDM. Saya melihatnya dari banyak sekali institusi, dari mulai dunia usaha, sampai pemerintahan. Anggaran untuk menambah kualitas sumber daya manusia hampir selalu jauh lebih rendah di bawah anggaran untuk pengembangan, kualitas dan kuantitas, infrastruktur. Cmiiw.Continue Reading

Share

Kisah-kisah Tentang Duka, Cinta, dan Ujian

Adalah fitrah jika seorang manusia bersedih ketika ditinggalkan orang yang dicintainya. Nabi Ya’kub as. begitu bersedih ditinggal Yusuf as. hingga matanya memutih.

Disebutkan bahwa Nabi Ya’kub as. menanggung duka itu bertahun-tahun lamanya setelah ditinggal anaknya, Yusuf as. Ketika kali kedua anaknya menghilang (Bunyamin), duka kehilangan Yusuf itu kembali menyeruak (12:84) sampai-sampai anaknya yang lain membentaknya (12:85). “Masih saja kamu ingat Yusuf, sampai kamu sakit-sakitan,” kira-kira begitulah kata mereka.Continue Reading

Share