Anak Juni

Anak Juni

Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono itu laku juga ya… jadi kepingin bikin puisi tentang juni, tentang anak-anak juni, dan kelebayan diri yang sedang minta dimasak matang-matang dan disajikan di blog reyot ini. Silakan dicerna  🙂

Anak Juni

Demi bulan selama lefa,
dan sekoci yang melayang jauh dari induknya.

Aku bersaksi,
Bahwa Juni adalah negeri paling romantis,
di sini, hujan saja ditenun jadi puisi,
angin ditenggala pula jadi sajak.

Embun pagi membeku di kuncup Edelweiss,
Rona Lavender sedang ungu nan wangi,
Tuan kemarau memang masih lunak dan jinak.

Aku mengambil cuti hidupku,
untuk menikmati Luzern,
kampungku yang dulu itu,

Belajar tali temali aksara,
ditempat sara bara asmara,
hahaha…

Juni adalah liburan siswa siswi Tuhan,
Nikmatilah hingga dia berganti senja,
Memaksa kita kembali tengadah untuk mencari arah,
Menimbang-nimbang memilih rasi bintang,
Merencanakan hiasan pusara di ujung horizon sana,
Berdua atau beresa.

Demi Castor dan Pollux putra Leda,
dan Soeharto si anak Juni,

Aku bersaksi,
Bahwa Juni adalah negeri deiksis.
Bagimu begini, baginya begitu.
Bagiku dia hanya kesalahan di akta kelahiran.

Fajrin Yusuf M.
4 Juni 2017
#EverydayRamadanWritingChallenge #3

Menurut analytic, blog ini rerata cuma dikunjungi 3 viewer aja per harinya. Dua diantaranya adalah laptop saya, sama hp saya, wkwkwk… deudeuh teuing anaking… X|



SUKA DENGAN TULISAN SAYA?

Kalau suka, kalian bisa berlangganan tulisan saya lho. Klik Disini.
Kalau tidak suka juga tidak apa-apa; boleh lah kritiknya disampaikan di kolom komentar di bawah. 🙂

Share

Published bykangfajrin

Aseli Garut, Social Entrepreneur, Pejalan Kaki, Menulis di Waktu Senggang

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.