52 Hertz

Riuh ikan-ikan bertukar arti,
Dalam gulung gelombang,
Riak beriak cantik ombak,

Hanya saja samudera itu sangat luas,
Juga sangat sempit,
Dan aku cuma satu,

Berenang dan bernyanyi,
Menjelajah dan kembali,
Getarkan garam dengan kasih,
Gentarkan jiwa dengan tanya,

Sayang hanya gaung.

Fajrin Yusuf M,
12 Mei 2017

Puisi ini saya dedikasikan untuk seekor paus di Samudera Pasifik sana yang menyanyi dalam frekuensi 52 Hertz. Ingin sekali jadi temannya.



SUKA DENGAN TULISAN SAYA?

Kalau suka, kalian bisa berlangganan tulisan saya lho. Klik Disini.
Kalau tidak suka juga tidak apa-apa; boleh lah kritiknya disampaikan di kolom komentar di bawah. 🙂

Published bykangfajrin

Aseli Garut, Social Entrepreneur, Pejalan Kaki, Menulis di Waktu Senggang

No Comments

Post a Comment