The Alchemist vs The Al-Qur’an

Pertama-tama, saya tidak akan betul-betul membandingkan the Alchemist dan Al-Qur’an. Judulnya dibuat begitu biar lebih menarik saja. Saya hanya akan mencoba menampilkan buku The Alchemist dihadapan kepercayaan spiritual yang saya percayai, yang mana bersumber dari Al-Qur’an. Kedua-dua, saya bukan orang yang religius dan tidak ingin dianggap demikian. Saya bukan penceramah dan tidak ingin menceramahi. Saya hanya ingin berbagi perspektif.

Jadi dulu saya sempat baca Veronika Decides To Die, karya Paulo Coelho. Hasilnya cukup mengkhawatirkan karena saya membacanya di saat yang tidak tepat. Dulu keadaan saya sedang  buruk-buruknya, pikiran lagi kacau dan keimanan sedang rendah-rendahnya, sementara buku ini memangkas habis batas-batas kegilaan dan kewarasan. I almost slipped away, and I don’t want to. Mungkin karena itulah saya menunda untuk membaca karya Coelho lainnya; seperti The Alchemist.

Hari ini saya merasa cukup dewasa untuk membaca The Alchemist.Continue Reading

Cerita Nadya di Sungai Cianggang-Pati

Cerita Nadya di Sungai Cianggang-Pati

Kuliah di Teknik Lingkungan sudah jadi mimpi Nadya sejak SMA; sejak kakak kelasnya menjelaskan betapa keren jurusan itu dalam sesi-sesi kunjungan alumni. Tapi tidak pernah terpikirkan di benaknya jika mimpi itu akan sebegitu sulit dijalani.

Mungkin memang teknik itu tempatnya anak-anak cowok”, pikirnya sekilas, ketika dia berjalan menuruni tanah merah licin menuju aliran Sungai Cianggang-pati bersama tiga orang cowok dan satu orang cewek (Ani, si cewek tomboy). Dia pikir, urusan ngambil sampel ini mestinya jadi urusan cowok saja. Cewek tulen sepertinya cukup berada di laboratorium, menguji ini dan itu.Continue Reading