Orion

Orion

The Voyager takes a break as the sun sets at the horizon. He’s spent all these three days bailing water out of his leaky boat. His arms aches, his stomach cries, and his head’s a bit dizzy. His body wet, either by sea water or his own sweat; or both; both smelt salty and taste almost the same.

He looks at the sea water that keeps rushing in through a hole in his small boat. It seems that all his effort was useless, he thinks. He throws the bucket, sighed deeply; and surrendered. He is now waiting as the water swallows his boat slowly but surely.Continue Reading

The Alchemist vs The Al-Qur’an

Pertama-tama, saya tidak akan betul-betul membandingkan the Alchemist dan Al-Qur’an. Judulnya dibuat begitu biar lebih menarik saja. Saya hanya akan mencoba menampilkan buku The Alchemist dihadapan kepercayaan spiritual yang saya percayai, yang mana bersumber dari Al-Qur’an. Kedua-dua, saya bukan orang yang religius dan tidak ingin dianggap demikian. Saya bukan penceramah dan tidak ingin menceramahi. Saya hanya ingin berbagi perspektif.

Jadi dulu saya sempat baca Veronika Decides To Die, karya Paulo Coelho. Hasilnya cukup mengkhawatirkan karena saya membacanya di saat yang tidak tepat. Dulu keadaan saya sedang  buruk-buruknya, pikiran lagi kacau dan keimanan sedang rendah-rendahnya, sementara buku ini memangkas habis batas-batas kegilaan dan kewarasan. I almost slipped away, and I don’t want to. Mungkin karena itulah saya menunda untuk membaca karya Coelho lainnya; seperti The Alchemist.

Hari ini saya merasa cukup dewasa untuk membaca The Alchemist.Continue Reading

Cerita Nadya di Sungai Cianggang-Pati

Cerita Nadya di Sungai Cianggang-Pati

Kuliah di Teknik Lingkungan sudah jadi mimpi Nadya sejak SMA; sejak kakak kelasnya menjelaskan betapa keren jurusan itu dalam sesi-sesi kunjungan alumni. Tapi tidak pernah terpikirkan di benaknya jika mimpi itu akan sebegitu sulit dijalani.

Mungkin memang teknik itu tempatnya anak-anak cowok”, pikirnya sekilas, ketika dia berjalan menuruni tanah merah licin menuju aliran Sungai Cianggang-pati bersama tiga orang cowok dan satu orang cewek (Ani, si cewek tomboy). Dia pikir, urusan ngambil sampel ini mestinya jadi urusan cowok saja. Cewek tulen sepertinya cukup berada di laboratorium, menguji ini dan itu.Continue Reading

Siti Pergi Sekolah

Siti mengurung diri di kamarnya sejak sepulang sekolah, menangis hingga tertidur.

Sebenarnya Siti pulang dengan kabar gembira, bahwa bulan depan sekolahnya akan mengadakan kegiatan study tour ke Dufan khusus untuk kelas 8. Girang tak karuan, Siti membayangkan perjalanan menyenangkan bersama teman geng riweuh-nya. Bahkan mungkin bisa mencuri satu dua kesempatan untuk lebih intens mengirim kode-kode kepada cowok gebetannya, Arif, si ganteng kalem dari kampung sebelah.

Tapi satu kalimat dari Ibunya berhasil mengubah mood Siti dari yang tadinya puja-puji syurgawi menjadi sumpah serapah jahanam. “Naon atuh ngiluan nu kararitu, euweuh duitna ge timana…”, kata Ibunya tanpa tedeng aling-aling, bahkan tanpa memalingkan pandangannya dari piring-piring yang sedang dia cuci.Continue Reading

Nama-nama Kebahagiaan

Kata para filsuf yunani dulu, semua tindak-tanduk manusia itu tujuannya bisa dikerucutkan jadi satu kata, yaitu Eudaimonia, atau yang biasa kita artikan sebagai kebahagiaan. Sokrates dan muridnya (Plato) dan murid dari muridnya (Aristoteles) berpendapat demikian. Saya juga kalau sedang galau berkontemplasi seringnya meng-iya-kan pendapat tersebut. Intuitif sih.

Walaupun demikian, kebahagiaan itu terbukti ada macam-macam, sesuai dengan macam-macamnya interpretasi dan value orang. Mungkin karena itulah, walaupun tujuannya sama (menuju kebahagiaan), tapi arah tiap orang beda-beda. Contoh simpelnya, ada yang mencari kebahagiaan dengan travelling, ada juga yang mencari kebahagiaan dengan diam di rumah bersama keluarga. Contoh ekstrimnya, ada yang mencari kebahagiaan lewat obat-obat terlarang, dan ada juga yang mencari kebahagiaan lewat shalat tahajjud rutin. Jadi memang intuitif juga mengapa kebahagiaan orang beda-beda.

Continue Reading

Obituari

Saya sebenarnya sudah bertekad untuk tidak membuat obituari, tapi malam ini saya teringat momen terakhir saya bersama dua sahabat saya yang telah meninggal dunia, Fajar dan Alifia. Menulis obituari hanya akan membuka kembali duka atas kepergian mereka, tapi kalau tidak dituliskan bakal terus ada rasa mengganjal di hati. Jadi saya akan menuliskannya saja, momen terakhir saya bertatap muka dengan kedua kawan saya ini.

***

Continue Reading

How Duaa Works – Khutbah by Nouman Ali Khan

His explanation about Yusuf and Maryam is exceptionally touching. I’ve read the verses of their stories so many times, but not with such an understanding and involvement in it. Jazaakallah khairan katsira, Mr. Nouman Ali Khan. Looking forward to watch your other speeches very soon 🙂

I don’t know how I ended up with this video in the first place. Believe it or not, I consider this as God’s answer to my duaa, since my days have been so dark lately. So I’m putting it here for my remembrance. Go watch it, especially if you have problems with your ‘connectivity’ with Allah SWT, or if you think that life is not fair. lol. 🙂

Video source: https://www.youtube.com/watch?v=XUgD91WrSFg

Di Pamulihan (Bagian I): Kegelapan Desa dan Curug Para Pan(d)awa

Di Pamulihan Bagian I: Desa Para Pan(d)awa

I heard a legend, once, of a village named Panawa, where darkness of the past still lingers there…

Dengar cerita dari kakak perempuan saya, yang pernah melakukan PLKJ (sebuah program pesantren dimana santrinya diterjunkan langsung ke masyarakat untuk melakukan bakti sekaligus dakwah) ke salah satu desa terpencil di Garut Selatan, bernama desa Panawa, kecamatan Pamulihan.Continue Reading